Wednesday, 24 June 2015

ETIKA DAN PROFESIONALISME TSIDALAM BIDANG IT FORENSIK

Pengertian IT Forensik
Menurut Wikipedia, IT forensic atau forensic computer atau forensic digital adalah cabang forensic, TI forensic berkaitan dengan penyelidikan insiden yang mencurigakan yang melibatkan IT sistem dan penentuan fakta-fakta dan pelaku akuisisi, analisis, dan evaluasi jejak digital dalam sistem computer.
Secara umum IT forensic adalah ilmu yang berhubungan dengan pengumpulan fakta dan bukti pelanggaran keamanan sistem informasi serta validasinya menurut metode yang digunakan (misalnya metode sebab-akibat).
IT forensic bertujuan untuk mendapatkan fakta-fakta obyektif dari sebuah insiden / pelanggaran keamanan sistem informasi. Fakta-fakta tersebut setelah diverifikasi akan menjadi bukti-bukti envidence yang akan digunakan dalam proses hukum.
Tools atau perangkat forensic adalah perangkat lunak yang dibuat untuk mengakses data. Perangkat ini digunakan untuk mencari berbagai informasi dalam hard drive, serta menjebol password dengan memecahkan enkripsi. Yang digunakan pada IT forensic dibedakan menjadi 2 yaitu hardware dan software. Dilihat dari sisi hardware, spsifikasi yang digunakan harus mempunyai kapasitas yang mumpuni seperti :
Hardisk atau storage yang mempunya kapasitas penyimpanan yang besar
Memory RAM antara (1-2 GB)
Hub.sitch atau LAN, serta
Laptop khusus untuk forensic workstations.
Jika dilihat dari sisi software yang digunakan harus khusus dan memiliki kemampuan yang memadai untuk melakukan IT forensic seperti :
Write-Blocking Tools untuk memproses bukti-bukti
Text Search Utilities (dtsearch) berfungsi sebagai alat untuk mencari koleksi dokumen yang besar.
Hash Utility ( MD5sum) berfungsi untuk menghitung dan memverifikasi 128-bit md5 hash, untuk sidik jari file digital.
Forensic Acqusition tools (encase) digunakan oleh banyak penegak hokum untuk investigasi criminal, investigasi jaringan, data kepatuhan, dan penemuan elektronik.
Spy Anytime PC Spy digunakan untuk memonitoring berbagai aktifitas computer, seperti : seperti: website logs,keystroke logs, application logs, dan screenshot logs.

Tahap dalam Komputer Forensik

Pengumpulan data
Pengumpulan data bertujuan untuk meng i den tifikasi berbagai sumber daya yang dianggap penting dan bagaimana semua data dapat terhimpun dengan baik.
Pengujian Data
Pengujian mencakup proses penilaian dan meng-ekstrak berbagai informasi yang relevan dari semua data yang dikumpulkan. Tahap ini juga mencakup bypassing proses atau meminimalisasi berbagai feature sistem operasi dan aplikasi yang dapat menghilangkan data, seperti kompresi, enkripsi, dan akses mekanisme kontrol. Cakupan lainnya adalah meng alokasi file, mengekstrak file, pemeriksanan meta data, dan lain sebagainya.

 3.  Analisis
Analisis dapat dilakukan dengan menggunakan pendekatan sejumlah metode. Untuk memberikan kesimpulan yang berkualitas harus didasarkan pada ketersediaan sejumlah data atau bahkan sebaliknya, dengan menyimpulkan bahwa “tidak ada kesimpulan”. Hal tersebut sa ngat dimungkinan kan. Tugas analisis ini mencakup berbagai kegia tan, seperti identifikasi user atau orang di luar pengguna yang terlibat secara tidak langsung, lokasi, perangkat, kejadiaan, dan mempertimbangkan bagaimana semua komponen tersebut saling terhubung hingga mendapat kesimpulan akhir.

4. Dokumentasi dan laporan
Mengingat semakin banyak kasus-kasus yang terindikasi sebagai cybercrime, maka selain aspek hukum maka secara teknis juga perlu disiapkan berbagai upaya preventif terhadap penangulangan kasus cybercrime. Komputer forensik, sebagai sebuah bidang ilmu baru kiranya dapat dijadikan sebagai dukungan dari aspek ilmiah dan teknis dalam penanganan kasus-kasus cybercrime.
Kedepan profesi sebagai investigator komputer forensik adalah sebuah profesi baru yang sangat dibutuhkan untuk mendukung implementasi hukum pada penanganan cybercrime. Berbagai produk hukum yang disiapkan untuk mengantisipasi aktivitas kejahatan berbantuan komputer tidak akan dapat berjalan kecuali didukung pula dengan komponen hukum yang lain. Dalam hal ini computer forensik memiliki peran yang sangat penting sebagai bagian dari upaya penyiapan bukti-bukti digital di persidangan.

IT Forensik  menurut para ahli

Menurut Noblett, yaitu berperan untuk mengambil, menjaga, mengembalikan, dan menyajikan data yang telah diproses secara elektronik dan disimpan di media komputer.
Menurut Judd Robin, yaitu penerapan secara sederhana dari penyidikan komputer dan teknik analisisnya untuk menentukan bukti-bukti hukum yang mungkin.
Menurut Ruby Alamsyah (salah seorang ahli forensik IT Indonesia), digital forensik atau terkadang disebut komputer forensik adalah ilmu yang menganalisa barang bukti digital sehingga dapat dipertanggungjawabkan di pengadilan. Barang bukti digital tersebut termasuk handphone, notebook, server, alat teknologi apapun yang mempunyai media penyimpanan dan bisa dianalisa.

IT Forensik adalah suatu ilmu yang berhubungan dengan pengumpulan fakta dan bukti pelanggaran keamanan sistem informasi serta validasinya menurut metode yang digunakan (misalnya metode sebab-akibat). Fakta-fakta tersebut setelah diverifikasi akan menjadi bukti-bukti yang akan digunakan dalam proses selanjutnya (proses hukum). Selain itu juga diperlukan keahlian dalam bidang IT (termasuk diantaranya hacking) dan alat bantu (tools) baik hardware maupun software untuk membuktikan pelanggaran-pelanggaran yang terjadi dalam bidang teknologi sistem informasi tersebut.





Kegunaan dari IT Forensik
Untuk mengamankan dan menganalisa bukti-bukti digital.
Untuk mendapatkan fakta-fakta obyektif dari sebuah insiden / pelanggaran keamanan, penyelidikan terstruktur sambil mempertahankan rantai didokumentasikan bukti untuk mencaritahu persis apa yang terjadi pada komputer dan siapa yang bertanggung jawab untuk itu, kemudian fakta-fakta tersebut setelah diverifikasi akan menjadi bukti-bukti (evidence) yang akan digunakan dalam proses hukum sistem informasi.
Untuk membantu memulihkan, menganalisa, dan mempresentasikan materi/entitas berbasis digital atau elektronik sedemikian rupa sehingga dapat dipergunakan sebagai alat bukti yang sah di pengadilan
Untuk mendukung proses identifikasi alat bukti dalam waktu yang relatif cepat, agar dapat diperhitungkan perkiraan potensi dampak yang ditimbulkan akibat perilaku jahat yang dilakukan oleh kriminal terhadap korbannya, sekaligus mengungkapkan alasan dan motivitasi tindakan tersebut sambil mencari pihak-pihak terkait yang terlibat secara langsung maupun tidak langsung dengan perbuatan tidak menyenangkan dimaksud.



  Pengetahuan yang dibutuhkan dalam IT Forensik
Dasar-dasar hardware dan pemahaman bagaimana umumnya sistem operasi bekerja
Bagaimana partisi drive, hidden partition, dan di mana tabel partisi bisa ditemukan pada sistem operasi yang berbeda
Bagaimana umumnya master boot record tersebut dan bagaimana drive geometry
Pemahaman untuk hide, delete, recover file dan directory bisa mempercepat pemahaman pada bagaimana tool forensik dan sistem operasi yang berbeda bekerja.
Familiar dengan header dan ekstension file yang bisa jadi berkaitan dengan file tertentu

Contoh kasus yang berkaitan dengan IT Forensik
Kasus suap daging sapi yang melibatkan salah satu anggota DPR, bukti di pengadilan yang diajukan oleh jaksa penuntut umum adalah rekaman suara orang tersebut. Rekaman suara tersebut tentunya bersifat digital dan dibutuhkan ahli dalam hal ini IT Forensik untuk mensortir bagian mana yang dapat dijadikan bukti, membuktikan percakapan tersebut asli serta menjaga barang bukti agar tetap valid dan dapat memberatkan pelaku.
Ruby Alamsyah yang saat ini telah menjadi salah seorang ahli IT Forensics yang terkenal di Indonesia. Kebetulan kasus ini menjadi kasus pertama yang ia tangani yaitu kasus artis Alda, yang dibunuh di sebuah hotel di Jakarta Timur. Untuk tahap awal ia menganalisa video CCTV yang terekam di sebuah server. Server itu memiliki hard disk. Kemudian ia memeriksanya untuk mengetahui siapa yang datang dan ke luar hotel. Sayangnya, saat itu kepedulian terhadap digital forensik dapat dikatakan belum ada sama sekali. Jadi pada hari kedua setelah kejadian pembunuhan, Ruby ditelepon untuk diminta bantuan menangani digital forensik. Sayangnya, kepolisian tidak mempersiapkan barang bukti yang asli dengan baik. Barang bukti itu seharusnya dikarantina sejak awal, dapat diserahkan kepada Ruby bisa kapan saja asalkan sudah dikarantina. Dua minggu setelah peristiwa, alat tersebut diserahkan kepada Ruby, tapi saat diperiksa alat tersebut ternyata sejak hari kedua kejadian sampai diterima masih berjalan merekam. Akhirnya tertimpalah data yang penting karena CCTV di masing-masing tempat/hotel berbeda settingnya. Akibat tidak waspada, barang bukti pertama tertimpa sehingga tidak berhasil diambil datanya.
Polri membuka isi laptop Noordin M. Top tanggal 29 September 2009 dalam penggerebekan di kota Solo. Di dalamnya terdapat video rekaman dua ’pengantin’ dalam ledakan bom di Mega Kuningan yaitu Dani Dwi Permana dan Nana Ichwan Maulana. Pada video tersebut terekam aktifitas keduanya yang didampingi oleh Syaifuddin Zuhri telah melakukan dua kali ’field tracking’ atau survei pada target sasaran pemboman yaitu Hotel JW Marriot dan Ritz Carlton. Hal ini dikatakan oleh Kadiv Humas Polri Irjen Nanan Sukarna melalui ’digital evidence’ yang ditemukan.
Survei pertama dilakukan pada tanggal 21 Juni 2009 sekitar pukul 07.33, mereka bertiga memantau lokasi peledakan. Mereka berada di lapangan sekitar lokasi kedua hotel tersebut. Pada tanggal 28 Juni 2009 survei kedua dilakukan sekitar pukul 17.40. survei tersebut merupakan kunjungan terakhir sebelum pemboman dilakukan. Syaifuddin Zuhri mengatakan Amerika, Australia, dan Indonesia hancur sebagai tujuan utama peledakan bom.
Dalam laptop milik Noordin M. Top terdapat tulisan dari Saefudin Jaelani yang berisi pembagian tugas seperti Ketua, Bendahara, Pencari Senjata, dll serta keterangan terkait dengan dijadikannya Amerika dan Australia sebagai target peledakan. Hal ini dikemukakan oleh Kombes Petrus Golose. Petrus menambahkan bahwa Saefudin merupakan orang penting dalam jaringan Noordin yakni sebagai pemimpin strategis Al-Qaeda kawasan Asia Tenggara sejak tahun 2005. Pada pemboman yang terjadi tanggal 17 Juli 2009 tersebut, Saefudin berperan sebagai pemimpin lapangan sekaligus perekrut pelaku bom.


Contoh dari sikap profesionalisme yang berkaitan dengan pemanfaatan teknologi sistem informasi
Keterampilan yang berdasar pada pengetahuan teoretis
Profesional diasumsikan mempunyai pengetahuan teoretis yang ekstensif dan memiliki keterampilan yang berdasar pada pengetahuan tersebut dan bisa diterapkan dalam praktek.
Asosiasi professional
Profesi biasanya memiliki badan yang diorganisasi oleh para anggotanya, yang dimaksudkan untuk meningkatkan status para anggotanya. Organisasi profesi tersebut biasanya memiliki persyaratan khusus untuk menjadi anggotanya.
Pendidikan yang ekstensif
Profesi yang prestisius biasanya memerlukan pendidikan yang lama dalam jenjang pendidikan tinggi.
Ujian kompetensi
Sebelum memasuki organisasi profesional, biasanya ada persyaratan untuk lulus dari suatu tes yang menguji terutama pengetahuan teoretis.
Pelatihan institutional
Selain ujian, juga biasanya dipersyaratkan untuk mengikuti pelatihan istitusional dimana calon profesional mendapatkan pengalaman praktis sebelum menjadi anggota penuh organisasi. Peningkatan keterampilan melalui pengembangan profesional juga dipersyaratkan.
Lisensi
Profesi menetapkan syarat pendaftaran dan proses sertifikasi sehingga hanya mereka yang memiliki lisensi bisa dianggap bisa dipercaya.
Otonomi kerja
Profesional cenderung mengendalikan kerja dan pengetahuan teoretis mereka agar terhindar adanya intervensi dari luar.
Kode etik
Organisasi profesi biasanya memiliki kode etik bagi para anggotanya dan prosedur pendisiplinan bagi mereka yang melanggar aturan.
Mengatur diri
Organisasi profesi harus bisa mengatur organisasinya sendiri tanpa campur tangan pemerintah. Profesional diatur oleh mereka yang lebih senior, praktisi yang dihormati, atau mereka yang berkualifikasi paling tinggi.
Layanan publik dan altruism
Diperolehnya penghasilan dari kerja profesinya dapat dipertahankan selama berkaitan dengan kebutuhan publik, seperti layanan dokter berkontribusi terhadap kesehatan masyarakat.
Status dan imbalan yang tinggi
Profesi yang paling sukses akan meraih status yang tinggi, prestise, dan imbalan yang layak bagi para anggotanya. Hal tersebut bisa dianggap sebagai pengakuan terhadap layanan yang mereka berikan bagi masyarakat.


Sikap profesionalisme Misalnya :
Pembuatan sebuah program aplikasi. Seorang profesional tidak dapat membuat program semaunya, ada beberapa hal yang harus ia perhatikan seperti untuk apa program tersebut nantinya digunakan oleh kliennya atau user, ia dapat menjamin keamanan (security) sistem kerja program aplikasi tersebut dari pihak-pihak yang dapat mengacaukan sistem kerjanya (misalnya: hacker, cracker, dll).
Seorang IT harus mempunyai kemampuan / keterampilan dalam menggunakan peralatan yang berhubungan dengan bidang pekerjaan IT. Seorang IT harus mengetahui dan mempraktekkan pengetahuan IT-nya ke dalam pekerjaannya, mempunyai ilmu dan pengalaman dalam menganalisa suatu software atau program. Bekerja di bawah disiplin kerja, mampu melakukan pendekatan disipliner, mampu bekerja sama, cepat tanggap terhadap masalah client. Memiliki ilmu dan pengalaman dalam membaca situasi dan menganalisis masalah agar dapat mengambil keputusan dengan cepat dan tepat. Memiliki sikap berorientasi ke depan sehingga dapat mengantisipasi perkembangan lingkungan. Bersikap mandiri dan terbuka dalam menyimak dan menghargai pendapat orang lain namun cermat dalam memilih yang terbaik bagi diri dan perkembangannya.

Tokoh dalam IT Forensik
Ruby Alamsyah yang bernama lengkap Ruby Zukri Alamsyah lahir di Jakarta, 23 November 1974; umur 40 tahun adalah seorang ahli digital forensik Indonesia. Ia sering menjadi saksi ahli di persidangan dan juga sebagai pelatih sekuriti TI. Saat ini Ruby salah satu orang Indonesia yang bersertifikasi forensik digital internasional dan merupakan satu-satunya orang Indonesia sekaligus orang Indonesia pertama yang menjadi anggota International High Technology Crime Investigation Association (HTCIA)
Pendidikan
Ruby menempuh pendidikan menengahnya di SMA Negeri 4 Jakarta, lalu meneruskan pendidikan tinggi di Universitas Gunadarma, Jakarta untuk mendapatkan gelar S-1 Teknologi Informasi. Sedangkan gelar S-2 dia raih di Teknologi Informasi Universitas Indonesia, dan melanjutkan program doktor di Institut Teknologi Bandung.
Kasus yang ditangani
Pembunuhan aktivis Munir
Pembunuhan artis Alda Risma
Pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen
Kasus kematian Ketua DPRD Sumatera Utara, Aziz Angkat
Kasus penggelapan pajak
Pencucian uang
Penggelapan kartu kredit











ETIKA DAN PROFESIONALISME TSI
DALAM BIDANG IT FORENSIK

DI SUSUN OLEH:
Annisa Selandia
Claudia Galuh
Reza Dwi Saputro
Suhendra wiranata
Vebbie Agustian
Kelas : 4KA07


Daftar Pustaka


http://lysnov.blogspot.com/2010/05/definisi-dan-tools-it-forensik.html http://hiddengrazz.blogspot.com/2014/05/it-forensic.html
http://adi-adiholic.blogspot.com/2013/10/makalah-mengenai-it-forensik.html
http://cumiyu21.blogspot.com/2012/11/makalah-cybercrime.html

Thursday, 14 May 2015

Pretest Estimasi- Pengelolaan Proyek Sistem Informasi

Pretest Estimasi
Apa yang dimaksud dengan “Estimasi” ? Carilah satu contoh yang berhubungan dengan estimasi, tuliskan pada blog Anda yang terkoneksi dengan Studentsite.
Jawaban :
Pengertian Estimasi
Estimasi merupakan sebuah proses pengulangan. Pemanggilan ulang estimasi yang pertama dilakukan selama fase definisi, yaitu ketika Anda menulis rencana pendahuluan proyek. Hal ini perlu dilakukan, karena anda membutuhkan estimasi untuk proposal. Tetapi berdasarkan statistik dari DEC, NASA, TRW, dan lembaga yang lainnya, menunjukkan bahwa keakuratan estimasi yang dilakukan memiliki point sebesar 50% - 100%. Setelah fase analisis direncanakan ulang. Anda harus memeriksa estimasi dan merubah rencana pendahuluan proyek menjadi rencana akhir proyek. Pada tahap ini keakuratan estimasi Anda menjadi berkurang, yaitu sekitar 25% - 50%. Setelah dikerjakan sampai tingkat menengah, Anda periksa kembali estimasi tersebut. Dengan menggunakan pengetahuan yang didapat seiring dengan waktu, keakuratan estimasi tersebut hanya mencapai 10%. Meskipun tidak bisa dikatakan sebagai aktivitas eksplisit dalam fase yang lain, rencana untuk memperbaiki estimasi setiap waktu, memerlukan pengetahuan yang baru.
Contoh Sistem Estimasi Biaya Dan Usaha Proyek Pengembangan Software Sistem Informasi Bisnis
Estimasi ukuran software merupakan suatu akrifitas yang komplek dan sukar berdasarkan pada beberapa alasan seperti kemampuan programmer, faktor lingkungan dan sebagainya. Tetapi karena tindakan ini harus dilakukan dan untuk mendapatkannya dengan menggunakan ukuran seperti jumlah baris program (Source lines of code/SLOC) dan function Points.
Pembuatan Model Estimasi
Untuk pembuatan model estimasi biaya dan usaha proyek pengembangan software pertama-tama dilakukan analisa parameter yang berpengaruh terhadap kedua vaiabel tersebut. Untuk menguji keterkaitan atau pengaruh dari variabel, digunakan perhitungan nilai kolerasi dari setiap variabel yang di analisa. Adapun tabel kolerasi dari semua variabel hasil observasi adalah
Tabel Nilai Kolerasi Antar Variable Model Estimasi

Dari tabel di atas terlihat bahwa nilai kolerasi antara effort dan function point bernilai 0,12, sedangkan kolerasi antara effort dengan total faktor kompleksitas bernilai 0,22. Dari nilai kolerasi ini dapat disimpulkan bahwa nilai usaha (effort) proyek pengembangan software dipengaruhi oleh nilai besaran function point dan tingkat kompleksitas proyek software. Artinya semakin tinggi nilai function point dan tingkat kompleksitas proyek software akan membutuhkan effort yang semakin tinggi pula. Hal yang sama juga dapat dilihat tingkat keterkaitan antara variabel biaya dengan function point yang mempunyai nilai korelasi sebesar 0,38. artinya besaran function point dari suatu proyek pengembangan software akan sangat berpengaruh terhadap besaran biaya yang digunakan. Adapun hasil pemodelan data biaya (cost) yang dikaitan dengan function point (FP) adalah seperti gambar berikut:

Grafik Model Biaya (Cost) dengan Function Points
Dari gambar di atas terlihat bahwa hubungan antar biaya (cost) dapat dimodelkan dengan grafik eksponensial. Artinya nilai peningkatan biaya yang dibutuhkan proyek pengembangan software bertambah secara eksponensial terhadap penambahan besaran function point dari proyek software yang akan dikembangkan. Adapun model eksponential yang diperoleh dari analisa data hasil observasi adalah :
Biaya (cost) = 8,0757*exp(0,0087*FP)
Dimana FP adalah function point dari proyek software yang akan dikembangkan.

Grafik Model Usaha (Effort) dengan FP secara linier
Secara linier regresi dapat direpresentasikan keterhubungan tersebut sebagai rumus :
Biaya (cost) = 3,7076 + 0,4138*FP
Sedangkan keterhubungan antara usaha (effort) dengan function point dapat diperlihatkan dengan beberapa model berikut:

Grafik Model Usaha (Effort) dengan FP secara Logaritmik

SUMBER :

Posttest Estimasi- Pengelolaan Proyek Sistem Informasi

Posttest Estimasi
Sebutkan teknik-teknik estimasi pada Proyek Sistem Informasi. Tuliskan pada blog Anda yang terkoneksi pada Studentsite.
Jawaban :
Teknik-teknik estimasi yang digunakan ada 3 (tiga), yaitu : keputusan professional, sejarah, dan rumus-rumus.
 
·         Keputusan Profesional
Katakanlah, Anda adalah seorang yang memiliki pengalaman yang luas dalam memprogram “report generation modules”. Anda melakukan dengan pendekatan design report tersebut dan memperkirakan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk membuat program tersebut. Setelah mempelajari desain program selama 5 menit, programmer lalu menutup matanya selama 5 menit (Dia tidak tidur, tetapi berhitung), dan kemudian mengatakan “15 hari”. Inilah yang disebut dengan Keputusan Profesional Murni.
            Keuntungan dari teknik ini adalah cepat, dan jika sesorang sudah ahli, dalam teknik ini, maka estimasinya pasti akan lebih akurat. Sedangkan kerugian dari teknik ini yaitu Anda membutuhkan seorang ahli tersebut akan bekerja keras untuk mendapatkan estimasi yang tepat. Lagi pula, estimasi yang didapat adalah untuk jangka waktu yang lama dan ini harus dikerjakan oleh seorang ahli. Hal ini tidak dapat tergantung hanya pada ahli tersebut, jika yang lain ingin mengerjakannya tidak menjadi masalah. Tapi, hal ini sangat berbahaya jika hanya mempercayakan kepada seseorang yang memiliki sedikit pengetahuan dalam bidang ini.
 
·         Sejarah
Jalan keluar dari ketergantungan pada orang dan untuk membuat estimasi lebih khusus yaitu Anda harus mengerti tentang sejarahnya. Tulislah berapa lama masing-masing tugas dapat diselesaikan dan siapa yang bertanggung jawab atas tugas tersebut. Anda dapat membandingkan tugas yang akan di estimasi dengan tugas yang sama yang dikerjakan lebih awal, setelah itu mulailah dengan melakukan estimasi. Hal ini dimaksudkan agar Anda menjabarkan suatu proyek ke dalam beberapa tugas yang biasanya diulang dan mudah untuk dibandingkan. Untuk memprogramnya, mungkin generasi dalam bentuk formulir input, sebuah laporan, perhitungan rumus-rumus, dan lain-lain. Perusahaan atau departemen akan membuat tipe proyek yang sama. Carilah dasar untuk membangun “blocks” dan dokumen yang dibutuhkannya. Jika Anda sangat intelligent, lakukan langkah pertama dan bangunlah blocks tersebut dalam bentuk yang siap pakai. Anda dapat menduga bahwa sebuah penggunaan ulang ternyata lebih akurat jika dibandingkan dengan penulisan ulang. Dalam membandingkan satu apel dengan apel yang lainnya, Anda harus menuliskan perbedaannya. Catatan statistik dari IBM dan DEC memperlihatkan bahwa kemungkinan perbandingan antara produksi komputer yang baik dengan yang buruk adalah sebesar 8 : 1.
 
·         Rumus-rumus
Ada beberapa rumus yang digunakan dalam software estimasi. Sotfware yang baik untuk diketahui yaitu COCOMO. COCOMO dapat digunakan untuk memperkirakan biaya proyek, usaha (person months),  jadwal (months), dan staf (number of staff) untuk masing-masing fase berikut ini : Preliminary Design - our Analysis Phase Detailed Desaign (DD) - our Design Phase Code and Unit test (CUT) - same as ours System Test - our System Test and Acceptance Phase. Ada 3 tipe penginputan dengan COCOMO : pertama, pemasukan biaya bulanan dari staf. Baik staf yang berkedudukan sebagai programmer, analis, designer, test staff, administrasi dan technical writer. Gambar dibawah ini menunjukkan sebuah layar penginputan yang digunakan untuk tipe ke dua dari penginputan. Faktor-faktor ini mencirikan level keseluruhan dari kelengkapan software yang ada, ukuran dan kemampuan dari komputer yang digunakan untuk pengembangan, kemampuan menampung dan pengalaman staf, dan juga pemrograman praktis serta alat-alat yang digunakan.

Tampilan dengan menggunakan software COCOMO
Pada hal ini, Anda mungkin akan merasa bahwa COCOMO akan melakukan pendugaan yang baik, sejak software ini selalu tepat menentukan proyek yang lama. Tetapi, kesulitannya yaitu setiap akhir dari penggunaan software ini COCOMO selalu menanyakan nomor garis yang terdapat pada kode sumber (LOSC). Pada saat itu, Anda telah memiliki pengetahuan yang cukup mengenai sistem untuk memperkirakan LOSC dengan teliti, Anda tidak memerlukan beberapa rumus. Namun, Anda hanya memperkirakan keseluruhan proyek dengan teliti.
SUMBER :

Saturday, 18 April 2015

Sistem Informasi Perbankan (Perbedaan SKN dengan RTGS)



Antara RTGS dan kliring, sebenarnya keduanya adalah cara transfer dari bank 1 ke bank yang lain (yang berbeda). Dengan RTGS dan kliring, uang yang akan kita transfer akan sampai ke rekening bank penerima, yang tentunya akan terus dihitung ke rekening penerima. Namun, RTGS dan kliring ada perbedaan waktu proses yang berbeda.

Kliring atau SKN
Kliring atau SKN (Sistem Kliring Nasional) adalah suatu tata cara perhitungan utang piutang dalam bentuk surat-surat dagang dan surat-surat berharga dari suatu bank terhadap bank lainnya, dengan maksud agar penyelesaiannya dapat terselenggara dengan mudah dan aman.
Dengan menggunakan kliring, proses transfer akan lebih lama sampai ke penerima dengan waktu kira-kira 2 hingga 3 hari. Karena apa? Dengan proses kliring, bank pengirim mengirim ke BI dulu, baru dari BI mengirim ke bank penerima.
Dengan proses kliring, kita sebagai pengirim harus bersabar dengan proses penghitungan biaya-biaya transaksi dengan menggunakan proses kliring. Karena, dalam proses kliring, biaya transaksi ahanya ada satu di setiap akhir periode. Maka, penghitungan biaya transaksi tersebut harus diperhitungkan terlebih dahulu higga akhir waktu penyelesain. 

RTGS
RTGS atau Real-Time Gross Settlement, diartikan sebagai proses transfer yang realtime. Waktu itu juga bisa langsung sampai kepada penerima. Untuk RTGS ini, meski baru mulai tahun 2000 diperkenalkan, sudah sangat membantu dalam hal transfer ke bank lain. Karena apa? Dengan RTGS, biaya transaksi diperhitungkan secar individual, meski dengan RTGS ada biaya transfer yang lebih mahal



Thursday, 8 January 2015

Postest v-clas Analisis Kinerja Sistem (Kendali dan Audit SI)

soal:
Pengendalian TI didefinisikan sebagai suatu pernyataan hasil yang diinginkan atau maksud yang dicapai oleh prosedur pengendalian implementasi dalam kegiatan TI khusus.
Terdapat 15 area pengendalian, sebut dan jelaskan.

jawab:
1. Integritas Sistem adalah sebuah sistem yang di dalamnya terdiri atas pilar-pilar yang mana di dalamnya terdapat pelaksanaan yang menjunjung tinggi integritas demi institusi tersebut.
2. Manajemen Sumber Daya adalah suatu proses menangani berbagai masalah pada ruang lingkup karyawan, pegawai, buruh, manajer dan tenaga kerja lainnya untuk dapat menunjang aktivitas organisasi atau perusahaan demi mencapai tujuan yang telah ditentukan.
3. Pengendalian Perubahan S/W Aplikasi  dan S/W sistem
·         Menentukan adanya keterlibatan dan persetujuan user dalam hal adanya perubahan terhadap s/w aplikasi dan s/w sistem
·         Setiap pengembangan dan perbaikan aplikasi harus melalui proses formal dan di dokumentasi serta telah melalui tahapan-tahapan pengembangan sistem yang dibakukan dan disetujui.
4. Backup dan Recovery             
·         Demi kelangsungan usaha, harus tersedia data processing disaster recovery planning (rencana pemulihan data dan pusat sistem informasi apabila terjadi kehancuran),
·         Baik berupa backup dan pemulihan normal, maupun rencana contingency untuk kerusakan pusat SI (lokasi gedung, peralatanya, SDM-nya maupun manualnya).
5. Contigency Planning
·         Perencanaan yang komprehenshif di dalam mengantisipasi terjadinya ancaman terhadap fasilitas pemrosesan SI
·         Dimana sebagian besar komponen utama dari disaster recovery plan telah dirumuskan dengan jelas, telah di koordinasikan dan disetujui, seperti critical application systems, identifikasi peralatan dan fasilitas penunjang H/W, sistem S/W dan sebagainya.
6. System S/W Support
·         Pengukuran pengendalian dalam pengembangan, penggunaan, dan pemeliharaan dari S/W SO, biasanya lebih canggih dan lebih cepat perputarannya dibandingkan dengan S/W aplikasi dengan ketergantungan yang lebih besar kepada staf teknik untuk integritas fungsionalnya.
·         Pengukuran kendali pengamanan aplikasi individu maupun pengamanan logika sistem secara menyeluruh (systemwide logical security).
7. Dokumentasi
·         Integritas dan ketersediaan dokumen operasi, pengembangan aplikasi, user dan S/W sistem.
·         Diantaranya dokumentasi program dan sistem, buku pedoman operasi dan schedule operasi.
·         Untuk setiap aplikasi sebaiknya tersedia dokumentasi untuk tiap jenjang user.
8. Pelatihan atau Training
·         Adanya penjenjagan berdasarkan kemampuan untuk seluruh lapisan manajemen dan staf, dalam hal penguasaannya atas aplikasi-aplikasi dan kemampuan teknisnya.
·         Serta rencana pelatihan yang berkesinambungan.
9. Administrasi
·         Struktur organisasi dan bagannya, rencana strategis, tanggungjawab fungsional, job description, sejalan dengan metoda job accounting dan/atau charge out yang digunakan.
·         Termasuk didalamnya pengukuran atas proses pengadaan dan persetujuan untuk semua sumber daya SI.
10. Pengendalian Lingkungan dan Keamanan Fisik
·         Listrik, peyejuk udara, penerang ruangan, pengaturan kelembaban, serta kendali akses ke sumber daya informasi.
·         Pencegahan kebakaran, ketersediaan sumber listrik cadangan,
·         Juga pengendalian dan backup sarana telekomunikasi.
11. Operasi
·         Diprogram untuk merespon permintaan/keperluan SO.
·         Review atas kelompok SO berdasarkan job schedulling, review yang terus-menerus terhadap operator, retensi terhadap console log message, dokumentasi untuk run/restore/backup atas seluruh aplikasi.
    Daftar personel, dan nomor telepon yang harus dihubungi jika muncul masalah SO, penerapan sistem sift dan rotasi serta pengambilan cuti untuk setiap operator.
12. Telekomunikasi
·         Review terhadap logical and physical access controls, AKS – Bab VII Halaman : 10
·         Metodologi pengacakan (encryption) terhadap aplikasi electronic data interchange (EDI).
·         Adanya supervisi yang berkesinambungan terhadap jaringan komputer dan komitmen untuk ketersediaan jaringan tersebut dan juga redundansi saluran telekomunikasi.
13. Program Libraries
·         Terdapat pemisahan dan prosedur pengendalian formal untuk application source code dan compiled production program code dengan yang disimpan di application test libraries development.
·         Terdapat review atas prosedur quality assurance.
14. Application Support
·         Bahwa proses tetap dapat berlangsung walaupun terjadi kegagalan sistem.
·         Sejalan dengan kesinambungan proses untuk inisiasi sistem baru, manajemen
·         proyek, proses pengujian yang menyeluruh antara user dan staf SI.
·         Adanya review baik formal maupun informal terhadap tingkat kepuasan atas SDLC yang digunakan.
15. Microcomputer Controls
·         Pembatasan yang ketat dalam pengadaan, pengembangan aplikasi, dokumentasi atas aplikasi, produksi maupun aplikasi dengan misi yang kritis, sekuriti logika, dan fisik terhadap microcomputer yang dimiliki,
·         Serta pembuatan daftar inventaris atas H/W, S/W, serta legalitas dari S/W untuk menghindari tuntutan pelanggaran hak cipta

sumber: farida.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/16724/Bab-7-Kendali-dan-Audit-SI-_KASI_.pdf

Pretest v-class Analisis Kinerja Sistem (Kendali dan Audit SI)

soal:
Pengendalian internal telah mengalami perubahan dari konsep 'ketersediaan pengendalian' ke konsep 'proses pencapaian tujuan'.
Apakah maksud dari konsep 'Proses Pencapaian Tujuan' tersebut?

jawab:

Proses Pencapaian Tujuan
Pengendalian internal telah mengalami perubahan dari konsep “ketersediaan pengendalian” ke konsep “proses pencapaian tujuan”. Berikut ini penjelasannya.
Pada pokok permasalahannya, proses pencapaian tujuan ini melibatkan pengendalian TI khusus. Pengendalian TI ini bisa didefinisikan sebagai pernyataan hasil yang diinginkan atau maksud yang ingin dicapai sesuai dengan prosedur pengendalian TI khusus.
Adapun tujuan pengendalian internal adalah:
1.      Memeriksa ketelitian dan kebenaran data yang menghasilkan laporan-laporan yang dapat diandalkan.
2.      Efektivitas dan efesiensi dalam operasi, yaitu efektif dalam mencapai tujuan organisasi secara keseluruhan dan efisien dalam pemakaian sumber daya yang tersedia.
3.      Membantu agar tidak terjadi penyimpangan terhadap hokum dan peraturan yang berlaku.
4.      Mengamankan harta milik organisasi atau perusahaan termasuk data yang tersedia.
      Pengendalian internal memiliki dua macam pendekatan;
 
      A.    Pendekatan Statis
1.      Berdasarkan pertimbangan pada pembagian wewenang didalam pengelolaan perusahaan atau entitas pada masa lalu yang bersifat sentralisasi.
2.      Metoda sentralisasi artinya bahwa intelektualitas berada pada pucuk pimpinan perusahaan. Semakin rendah posisi seseorang, maka semakin sedikit pengetahuannya tentang pencapaian tujuan perusahaan atau hanya sekedar menjalankan perintahnya saja.
3.      Pendekatan statis ini akan berorientasi pada sistem yang dapat dengan mudah ditelusuri keberadaannya.
       B.     Pendekatan Dinamis
1.      Pengendalian internal sebagai sebuah proses.
2.      Konsep ini terkait dengan perubahan metoda pengelolaan sumber daya pada organisasi yang bersangkutan.
3.      Perubahan metoda pengelolaan tersebut adalah metoda pengelolaan manajemen melalui kekuasaan ke metoda pengelolaan manajemen melalui tujuan.
4.      Hal tersebut didorong oleh:
-          Peningkatan kualitas SDM, sehingga intensitas (penggunaan berlebihan) pengendalian intern dapat dikurangi.
-          Spesialisasi, dapat meningkatkan kinerja seseorang.
-          Kepuasan kerja dapat meningkatkan produktivitas.
-          Persaingan yang ketat membutuhkan pengembilan keputusan yang cepat.
Berdasarkan perkembangan di bidang SDM tersebut, konsep pengendalian intern mengalami perubahan dari konsep ketersediaan pengendalian intern beralih ke konsep proses pencapaian tujuan.
Dari konsep baru tersebut, intelektualitas tidak lagi terletak pada pucuk pimpinan, melainkan terletak di lapisan bawah. Mereka yang dekat dengan konsumenlah yang paling mengerti kebutuhan pasar. Peran manager diperlukan sebagai konduktor untuk menjaga keseimbangan permintaan dari konsumen dan juga kegiatan yang dilakukan oleh bagian operasional. Manager tersebut harus memiliki pengetahuan teknis seperti pegawai biasanya, untuk mengatur aktivitas operasional agar berjalan dengan seharusnya.