Monday, 23 November 2015

Pengambilan Keputusan dalam Organisasi



I.                   Definisi dan Dasar Pengambilan Keputusan
Definisi pengambilan keputusan adalah  suatu cara yang digunakan untuk memberikan suatu pendapat yang dapat menyelesaikan suatu masalah dengan cara / teknik tertentu agar dapat lebih diterima oleh semua pihak.
Dasar Pengambilan Keputusan 
Menurut George R.Terry dan Brinckloe disebutkan dasar-dasar pendekatan dari pengambilan keputusan yang dapat digunakan yaitu :
  1. Intuisi
Pengambilan keputusan yang didasarkan atas intuisi atau perasaan memiliki sifat subjektif sehingga mudah terkena pengaruh. Pengambilan keputusan berdasarkan intuisi ini mengandung beberapa keuntungan dan kelemahan.
  1. Pengalaman
Pengambilan keputusan berdasarkan pengalaman memiliki manfaat bagi pengetahuan praktis, karena pengalaman seseorang dapat memperkirakan keadaan sesuatu, dapat diperhitungkan untung ruginya terhadap keputusan yang akan dihasilkan. Orang yang memiliki banyak pengalaman tentu akan lebih matang dalam membuat keputusan akan tetapi, peristiwa yang lampau tidak sama dengan peristiwa yang terjadi kini.
  1. Fakta
Pengambilan keputusan berdasarkan fakta dapat memberikan keputusan yang sehat, solid dan baik. Dengan fakta, maka tingkat kepercayaan terhadap pengambilan keputusan dapat lebih tinggi, sehingga orang dapat menerima keputusan-keputusan yang dibuat itu dengan rela dan lapang dada.
  1. Wewenang
Pengambilan keputusan berdasarkan wewenang biasanya dilakukan oleh pimpinan terhadap bawahannya atau orang yang lebih tinggi kedudukannya kepada orang yang lebih rendah kedudukannya. Pengambilan keputusan berdasarkan wewenang ini juga memiliki kelebihan dan kekurangan.
  1. Logika/Rasional
Pengambilan keputusan yang berdasarkan logika ialah suatu studi yang rasional terhadap semuan unsur pada setiap sisi dalam proses pengambilan keputusan. Pada pengambilan keputusan yang berdasarkan rasional, keputusan yang dihasilkan bersifat objektif, logis, lebih transparan, konsisten untuk memaksimumkan hasil atau nilai dalam batas kendala tertentu, sehingga dapat dikatakan mendekati kebenaran atau sesuai dengan apa yang diinginkan.

II.                Jenis-jenis Keputusan Organisasi
Keputusan adalah reaksi terhadap beberapa solusi yang dilakukan secara sadar. Sebuah keputusan inilah yang nanti akan menentukan apakah sebuah reaksi hanya sebatas opini atau berubah menjadi aksi. Keputusan juga dilakukan oleh beberapa kelompok atau organisasi, yang mencari sebuah keputusan untuk masalah yang dihadapi. Ada beberapa jenis keputusan didalam organisasi, yaitu keputusan rutin atau terprogram dan keputusan tidak rutin atau tidak terprogram. Keputusan rutin atau terprogram merupakan keputusan yang rutih atau terjadi berulang-ulang. Keputusan ini memiliki struktur yang jelas dan terperinci. Keputusan tidak rutin atau tidak terprogram adalah keputusan yang diambil pada saat-saat tertentu saja. Biasanya keputusan ini terjadi apabila sebuah organisasi tidak dapat menyelesaikan keputusan dan membutuhkan keputusan yang mendadak.

III.             Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pengambilan Keputusan
            Pengambilan keputusan didalam sebuah organisasi sangatlah penting dan merupakan tugas utama pemimpin dalam mewujudkan suatu organisasi yang lebih baik dari pada sebelumnya. Pengambilan keputusan merupakan proses dalam mengatasi, memecahkan masalah dan mengandung banyak resiko. Menurut Terry (1989) faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam mengambil keputusan sebagai berikut: 
1.      Hal-hal yang berwujud maupun tidak berwujud, yang emosional maupun rasional perlu diperhitungkan dalam pengambilan keputusan;
2.      Setiap keputusan nantinya harus dapat dijadikan bahan untuk mencapai tujuan organisasi;
3.      Setiap keputusan janganlah berorientasi pada kepentingan pribadi, perhatikan kepentingan orang lain;
4.      Jarang sekali ada 1 pilihan yang memuaskan;
5.      Pengambilan keputusan merupakan tindakan mental. Dari tindakan mental ini kemudian harus diubah menjadi tindakan fisik;
6.      Pengambilan keputusan yang efektif membutuhkan waktu yang  cukup lama;
7.      Diperlukan pengambilan keputusan yang praktis untuk mendapatkan hasil yang baik;
8.      Setiap keputusan hendaknya dikembangkan, agar dapat diketahui apakah keputusan yang diambil itu betul; dan
9.      Setiap keputusan itu merupakan tindakan permulaan dari serangkaian kegiatan berikutnya.

Kemudian terdapat enam faktor lain yang juga ikut mempengaruhi pengambilan keputusan.
1.      Fisik
Didasarkan pada rasa yang dialami pada tubuh, seperti rasa tidak nyaman, atau kenikmatan. Ada kecenderungan menghindari tingkah laku yang menimbulkan rasa tidak senang, sebaliknya memilih tingkah laku yang memberikan kesenangan.
2.      Emosional
Didasarkan pada perasaan atau sikap. Orang akan bereaksi pada suatu situasi secara subjective.
3.      Rasional
Didasarkan pada pengetahuan orang-orang mendapatkan informasi, memahami situasi dan berbagai konsekuensinya.
4.      Praktikal
Didasarkan pada keterampilan individual dan kemampuan melaksanakan. Seseorang akan menilai potensi diri dan kepercayaan dirinya melalui kemampuanya dalam bertindak.
5.     Interpersonal
Didasarkan pada pengaruh jaringan sosial yang ada. Hubungan antar satu orang keorang lainnya dapat mempengaruhi tindakan individual.
6.     Struktural
Didasarkan pada lingkup sosial, ekonomi dan politik. Lingkungan mungkin memberikan hasil yang mendukung atau mengkritik suatu tingkah laku tertentu.

IV.             Implikasi Manajerial
Proses Pengambilan Keputusan dalam partisipatif dalam organisasi sekolah Manajerial yang baik. Rendahnya kemapuan kepala sekolah akan berpengaruh terhadap perolehan dukungan dari masyarakat khususnya dukungan dalam mengambilan keputusan yang dikeluarkan sekolah terkait dengan kebijakan dan rencana program pengembangan sekolah.

Bekerjasama dalam Team (Kelompok)



I.                   Pengertian dan Karakteristik Kelompok
sebuah sistem pekerjaan yang kerjakan oleh dua orang atau lebih untuk mendapatkan tujuan yang direncanakan bersama. Kerja sama dalam tim kerja menjadi sebuah kebutuhan dalam mewujudkan keberhasilan kinerja dan prestasi kerja. Kerja sama dalam tim kerja akan menjadi suatu daya dorong yang memiliki energi dan sinergisitas bagi individu-individu yang tergabung dalam kerja tim. Komunikasi akan berjalan baik dengan dilandasi kesadaran tanggung jawab tiap anggota.




II.                Tahapan Pembentukkan Kelompok
Ada beberapa tahapan dalam pembentukkan kelompok, yaitu :
1.      Forming  (pembentukan),  adalah tahapan di mana para anggota setuju untuk bergabung dalam suatu tim. Karena kelompok baru dibentuk maka setiap orang membawa nilai-nilai, pendapat dan cara kerja sendiri-sendiri. Kelompok cenderung belum dapat memilih pemimpin (kecuali tim yang sudah dipilih ketua kelompoknya terlebih dahulu).
2.      Storming  (merebut hati), adalah tahapan di mana kekacauan mulai timbul di dalam tim. Pemimpin yang telah dipilih seringkali dipertanyakan kemampuannya dan anggota kelompok tidak ragu-ragu untuk mengganti pemimpin yang dinilai tidak mampu. Faksi-faksi mulai terbentuk, terjadi pertentangan karena masalah- masalah pribadi, semua bersikeras dengan pendapat masing-masing. Komunikasi  yang terjadi sangat sedikit karena masing-masing orang tidak mau lagi menjadi  pendengar.
3.      Norming  (pengaturan norma),  adalah tahapan di mana individu-individu dan subgroup yang ada dalam tim mulai merasakan keuntungan bekerja bersama dan berjuang untuk menghindari team tersebut dari kehancuran (bubar). Karena semangat kerjasama sudah mulai timbul, setiap anggota mulai merasa bebas untuk mengungkapkan perasaan dan pendapatnya kepada seluruh anggota tim.
4.      Performing  (melaksanakan), adalah tahapan merupakan titik kulminasi di mana team sudah berhasil membangun sistem yang memungkinkannya untuk dapat bekerja secara produktif dan efisien. Pada tahap ini keberhasilan tim akan terlihat dari prestasi yang ditunjukkan.

III.             Kekuatan Team Work
Dalam sebuah tim yang dibutuhkan adalah kemauan untuk saling bergandeng-tangan menyelesaikan pekerjaan. Bisa jadi satu orang tidak menyelesaikan pekerjaan atau tidak ahli dalam pekerjaan A, namun dapat dikerjakan oleh anggota tim lainnya. Inilah yang dimaksudkan dengan kerja tim, beban dibagi untuk satu tujuan bersama.
Saling mengerti dan mendukung satu sama lain merupakan kunci kesuksesan dari teamwork. Jangan pernah mengabaikan pengertian dan dukungan ini. Meskipun terjadi perselisihan antar pribadi, namun dalam tim harus segera menyingkirkannya terlebih dahulu. Bila tidak kehidupan dalam tim jelas akan terganggu. Bahkan dalam satu tim bisa jadi berasal dari latar belakang divisi yang berbeda yang terkadang menyimpan pula perselisihan. Makanya sangat penting untuk menyadari bahwa kebersamaan sebagai anggota tim di atas segalanya.
Berikut poin-poin teamwork yang baik:
1.      Teamwork adalah kerjasama dlm tim yang biasanya dibentuk dari beragam divisi dan kepentingan
2.      Sama-sama bekerja bukanlah teamwork, itu adalah kerja individual
3.      Filosofi teamwork: ‘saya mengerjakan apa yang Anda tidak bisa dan Anda mengerjakan apa yang saya tidak bisa
4.      Ketika berada dalam teamwork, segala ego pribadi, sektoral, deparmen harus  disingkirkan
5.      Dalam teamwork yang dikejar untuk dicapai adalah target bersama, bukan individual
6.      Keragaman individu dalam teamwork memang sebuah nilai plus namun bisa    menjadi minus jika tidak ada saling pengertian
7.      Saling pengertian terhadap karakter masing-masing anggota team akan menjadi  modal sukses bersama
8.      Jika setiap orang bekerjasama via bidang masing-masing, target korporasi pasti akan segera terealisasi
9.      Individu yang egois mengejar target pribadi akan menghambat keberhasilan team. Bayangkan jika si A mengejar target A & si B mengejar target B, lalu target bersama bermuara kemana?
10.  Keahlian masing-masing sungguh menjadi anugerah dalam teamwork yang akan mempercepat proses pencapaian target
11.  Kendalikan ego dan emosi saat bersama agar pergesekan tidak berujung pada  pemboikotan kerjasama
12.  Dengan pemahaman yang tinggi soal karakter individu dalam team, realisasi target  tidak perlu waktu yang lama
13.  Ingatlah selalu bahwa: ‘teamwork makes the dream work’.

IV.             Implikasi Manajerial
         Implikasi manajerial dalam hal pembentukan kelompok sangat terlihat pada pembentukan team work pada suatu perusahaan. Perusahaan dapat mengefektifkan dan mengefisiensikan proses operasional usaha mereka melalui team work. Pemimpin perusahaan juga dapat lebih mudah dalam mengontrol tenaga kerja mereka sehingga dapat memberikan apresiasi sesuai dengan hasil pencapaian baik secara umum melalui team work maupun secara khusus melalui anggota-anggotanya.
         Dalam pengambilan keputusan dibidang manajerial, seorang pemimpin harus memperhatikan segala aspek yang melatarbelakangi sebuah permasalahan yang harus diberikan jalan keluar. Ketrampilan seorang pemimpin dalam hal ini harus selalu diasah karena permasalahan yang muncul akan semakin kompleks dan semakin membutuhkan pertimbangan yang matang. Dibutuhkan kebijaksanaan dalam mengambil keputusan-keputusan penting, tetapi resiko dari keputusan yang telah diambilpun harus bisa diterima oleh semua kalangan. Oleh karena itu penting untuk seorang pemimpin memperhatikan detail dari semua aspek yang ada, sebisa mungkin sebuah keputusan harus diambil untuk kebaikan dan keadilan semuanya. 


sumber : 

Mengembangkan Kemampuan Mahasiswa dalam Komunikasi



I.                   Pengertian dan Arti Penting Komunikasi
Komunikasi adalah proses penyampaian ide atau gagasan pada lawan bicara melalui satu atau dua arah yang dapat dilakukan dengan cara lisan, tulisan maupun gerak tubuh. Dalam kehidupan sehari-hari komunikasi sering dilakukan secara lisan jika saling berdekatan atau secara tulisan jika sedang berada dalam jarak yang jauh.
Komunikasi sangat penting dalam kehidupan manusia. Jika pada masa lampau komunikasi menggunakan lambang atau simbol, pada masa sekarang setelah adanya satelit maka manusia dapat berkomunikasi melalui telepon genggam. Komunikasi juga digunakan agar hubungan antar manusia dapat terjalin dengan baik tanpa adanya salah presepsi diantara manusia.

II.                Jenis dan Proses Komunikasi
Jenis komunikasi terdiri dari dua yaitu :
1.      Komunikasi verbal yaitu sarana utama untuk menyatakan pikiran, perasaan dan maksud seseorang. Bahasa verbal menggunakan kata-kata yang mempresentasikan berbagai aspek realitis individual manusia.
2.      Komunikasi non verbal yaitu semua isyarat yang bukan merupakan kata-kata. Komunikasi non verbal biasanya dilakukan jika kita berkomunikasi secara langsung dengan lawan bicara kita. Contoh komunikasi non verbal antara lain ekspresi wajah, kontak mata ataupun bahasa tubuh lainnya.

III.             Komunikasi Efektif
Komunikasi yang efektif adalah komunikasi yang terjadi secara empat mata dan dilakukan tanpa menggunakan perantara. Komunikasi ini sangat efektif karena dapat menghindrai kesalahpahaman dan kurang atau lebihnya pesan yang disampaikan. Komunikasi efektif adalah komunikasi yang dapat menghasilkan presepsi, perilaku dan pemahaman yang berubah menjadi sama antara komunikator dan komunikan dapat diperoleh. 

IV.             Implikasi Manajerial
Dalam manajemen terdapat 2 implikasi yaitu implikasi meliputi tata cara analisis, pilihan representasi, perencanaan kerja dan formulasi kebijakan. Yang kedua adalah implikasi kebijakan meliputi sifat subtantif, perkiraan kedepan dan perumusan tindakan.

sumberhttp://annisaldinah.blogspot.co.id/2015/03/pengertian-dan-arti-penting-komunikasi.html

Sunday, 15 November 2015

Latihan Struktur Organisasi Data 1



Multi key file adalah sebuah file yang harus dapat diakses secara langsung (direct) dari berbagai kunci atribut (key field) yang ditentukan. Misalkan sebuah file Mahasiswa yang berisi biodata mahasiswa, harus dapat dicari berdasarkan NPM atau NAMAnya. Dan ada beberapa hambatan-hambatan yang harus dipertimbangkan sebuah index inversi untuk multi key file diantaranya file ini harus dapat dicari berdasarkan data yang sama akan tetapi dengan cara yang berbeda. Selain itu hambatan lainnya juga saat ini jarang sekali software yang menyediakan fasilitas pengorganisasian file secara multi key.

Multi list file adalah sebuah nilai key mempunyai hanya sebuah petunjuk data record pertama dengan nilai key. Data record mempunyai petunjuk untuk data record selanjutnya dengan nilai key dan seterusnya. Maka terdapatlah sebuah linked-list dari data record untuk setiap nilai dari secondary key. Hambatan yang harus dipertimbangkan sebuah index untuk multi list file yaitu untuk sebuah pointer yang menunjuk ke alamat dimana data disimpan maka dibutuhkan banyak kunci, maka di tabel tersebut disimpan pula kunci-kunci atribut lainnya yang dibutruhkan.

Kebanyakan implementasi dari struktur alternate key index sequential menggunakan pendekatan inverted dibanding pendekatan multi list karena pendekatan inverted dirasa lebih sederhana dibentuk sebagai sebuah file karena sebuah key pada index inversi mempunyai semua nilai key dimana masing-masing nilai key mempunyai petunjuk ke record yang bersangkutan. Sedangkan pendekatan multi list dibutuhkan banyak kunci dimana tabel tersebut disimpan pula kunci-kunci atribut lainnya yang dibutuhkan dan multi list juga menggunakan beberapa tabel.

Dalam sebuah inverted file permintaan (request) yang dapat dilayani oleh indexnya sendiri. Index inversi tersebut mempunyai semua nilai key dimana masing-masing nilai key mempunyai petunjuk ke record yang diminta. Misalnya sebuah index inversi dengan nilai key SOCNO untuk sebuah relatif file dengan nilai key ID akan memberikan sebuah file yang dapat diakses oleh sebuah ID atau SOCNO secara langsung.

Pada beberapa multi list file, setiap index entry mencakup panjang dari linked list yang berkaitan. Jenis permintaan yang menguntungkan dengan informasi yang tersedia ini adalah sebuah nilai key mempunyai hanya sebuah petunjuk untuk data record pertama dengan nilai key. Maka pada multi list file terdapat sebuah linked-list dari data record untuk setiap nilai dari seconary key, misal dalam pencarian sequential membutuhkan 10 data akses berarti memiliki 10 nilai keynya masing-masing.

Keuntungan memberikan tanggung jawab untuk merancang file kepada seorang programmer aplikasi yaitu seorang programmer menjadi tahu bagaimana rancangan file yang akan dibuat dan diaplikasikan kedalam sebuah program, akan tetapi kerugiannya adalah seorang programmer menjadi pecah konsenterasi karena harus mengerjakan dua pekerjaan sekaligus. Akan lebih baik jika dalam merancang file terdapat orang lain yang melakukannya sehingga kesalahan-kesalahan yang mungkin akan muncul dapat diminimalisir.